Pengertian bagaimana worm dapat aktif pada sebuah host berhubungan
erat dengan kemampuan worm untuk menyebarkan diri, sejumlah worms
dapat diatur untuk aktif secara langsung (activated nearly immediately),
sementara yang lain dapat menunggu beberapa hari, minggu atau bahkan
bulan untuk dapat teraktivasi dan kemudian menyebarkan-dirinya.
Aktivasi dengan intervensi user—Merupakan proses aktivasi paling
lambat karena membutuhkan intervensi user untuk mengeksekusi worm
tersebut, baik disadari maupun tidak oleh user tersebut. Namun karena
sosialisasi yang gencar dilakukan mengenai bahaya worm dan virus,
user dapat lebih cermat dengan tidak mengeksekusi program asing atau
membuka attachment e-mail dari orang yang tidak dikenalnya, hal ini
tentu akan memperlambat proses aktivasi worm. Tetapi pembuat worm
tidak putus asa dengan kondisi tersebut sehingga mereka melakukan
teknik social engineering seperti yang dilakukan oleh virus Melissa yang
seolah-olah mengirimkan informasi penting dari orang yang telah dikenal
oleh korban atau pesan-pesan personal lainnya yang dikirimkan oleh
virus ILOVEYOU. Walaupun Melissa adalah sebuah virus macro pada
program Microsoft Word namun dengan intervensi user maka penyebaran
Melissa di Internet sempat menjadi ancaman yang paling menakutkan.
Aktivasi terjadwal—Metode aktivasi worm yang lebih cepat adalah
dengan menggunakan proses terjadwal pada sistim (scheduled system
proces). Ada banyak program yang berjalan pada lingkungan desktop
maupun server untuk melakukan proses sesuai dengan jadwal yang
diberikan. Metode ini tetap membutuhkan intervesi manusia namun
kali ini intervensi attacker yang dibutuhkan. Sebagai contoh, program
auto-update dari sistim yang melakukan proses updating ke server
vendor. Dengan melakukan update ke remote host sebagai master,
seorang attacker yang cerdik dapat memanfaatkan proses tersebut untuk
menyebarkan worm dengan terlebih dahulu menguasai remote host
atau gateway pada network maupun di Internet dan mengganti atau
menginfeksi file yang dibutuhkan pada proses update dengan kode
program worm.
Aktivasi mandiri—Metode aktivasi mandiri adalah metode tercepat
worm dalam menggandakandiri, menyebar, dan menginfeksi host
korban.
Metode ini paling populer digunakan oleh para penulis
worm. Umumnya worm yang menggunakan metode ini memanfaatkan
kelemahan sekuriti (security flaw) pada service yang umum digunakan.
Sebagai contoh, worm CodeRed yang mengeksploitasi webserver IIS.
Worm akan menyertakan dirinya pada service daemon yang sudah
dikuasainya atau mengeksekusi perintah-perintah lain dengan privilege
yang sama dengan yang digunakan oleh daemon tersebut.
Proses
eksekusi tersebut akan berlangsung ketika worm menemukan vulnerable
service dan melakukan eksploitasi terhadap service tersebut.
Rabu, 10 Desember 2008
1.1 Metode Aktivasi
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
mekanisme penyebaran
Perbedaan mendasar antara worm dan virus terletak pada bagaimana
Untuk memudahkan pembahasan,
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
kemana Perginya Worm Komputer?
Jadi kemana perginya worm yang sempat begitu mengerikan? Hypponen menduga menurunnya jumlah worm disebabkan oleh semakin banyaknya pengguna Windows XP Service Pack 2 (SP2).
Sistem operasi Windows XP edisi revisi itu memang dirancang dengan keamanan yang lebih baik. Termasuk pemanfaatan firewall yang membuat banyak worm 'ciut'.
Ini tidak jauh berbeda dengan kejadian beberapa tahun silam ketika Windows 95 dan Office 2000 semakin banyak digunakan. Sebelum era Windows 95, virus boot sector adalah rajanya teror di komputer. Sedangkan sebelum Office 2000, pengguna Microsoft Office banyak terancam oleh virus macro.
Selain itu, ujar Hypponen, pembuatan worm tradisional jauh lebih sulit dari jenis virus lainnya. Pasalnya worm mengharuskan penulisnya untuk memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata demi memanfaatkan kelemahan pada sistem operasi.
Selain worm e-mail, jenis ancaman lain yang juga sedang tumbuh adalah instant messenger worm (IM Worm). Belum lama ini penyebaran worm lewat IM menjadi metode 'favorit' di kalangan pembuat virus. Sebut saja Bropia atau Kelvir yang mengancam pengguna MSN Messenger.
Program jahat lain juga semakin banyak. Salah satu 'primadona' baru adalah spyware, yaitu program yang menyusup dan diam-diam mengirimkan informasi dari komputer korbannya. Seringkali informasi yang dikirimkan adalah informasi penting seperti nomor kartu kredit atau password.
Di ranah yang berbeda, virus ponsel juga semakin banyak. Setelah Cabir dan Skulls, terakhir muncul CommWarrior yang menyebar lewat multimedia messaging service (MMS).
Jadi kemana perginya virus komputer sebenarnya? Mereka tidak pergi kemana-mana, hanya mengalami evolusi yang semakin mengerikan
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
Pencegahan Eksekusi Virus Worm yang Bersarang pada UFD
Pemahaman Singkat
Virus dan worm menggunakan 2 teknik agar file yang disebarkan (hasil salinan dirinya) pada UFD
tereksekusi ketika UFD itu digunakan pada suatu komputer, baik itu pada komputer yg sudah 'sakit'
maupun yg masih 'segar'. Kedua teknik yang digunakan oleh para vxers(pembuat virus) tersebut adalah:
1. Injeksi file autorun.inf
Dengan membuat atau menginjeksi file autorun.inf dengan kode-kode tertentu, file virus/worm
dapat tereksekusi:
a. Hanya dengan men-colok-kan UFD ke komputer (fungsi autorun removable device tidak didisable)
b. Ikon UFD diklik 2 kali
c. Mengeksekusi faked command pada klik kanan ikon UFD, misalnya : explorer ( dari explore),
property (properties)
2. Injeksi file desktop.ini dan folder.htt
Sama dengan teknik yg pertama, teknik ini dapat membuat virus/worm tereksekusi ketika ikon
UFD ataupun ikon folder-folder dalam UFD diklik 2 kali.
Pencegahan
Untuk mencegah agar file autorun.inf dan desktop.ini tidak dapat dibuat sekaligus di-inject ketika UFD
digunakan pada komputer yang sudah terinfeksi, maka yang perlu dilakukan adalah:
1. Membuat kedua file tersebut dengan definisi kita sendiri
2. Mengubah atribut menjadi read-only, dan
3. Mencegah agar kedua file tersebut tidak dapat di-inject atau dihapus, dan digantikan dengan file
yang dibuat oleh virus/worm
Langkah-langkah
1. Periksa dan hapus file autorun.inf dan desktop.ini jika sudah ada pada UFD. Perlu dicatat bahwa
kedua file ini mungkin tidak terlihat karena di-hidden ataupun dijadikan file system. Untuk itu
ubah dahulu folder option-nya dengan cara:
a. Pilih Tool �� Folder Options…
b. Pada tab View, pilih show hidden files and folder dan uncheck hide protected operating
system file (recommended)
2. Setelah dihapus, buatlah berkas dengan nama autorun.inf dan desktop.ini di dalam UFD. Isi dari
kedua berkas ini dapat didefinisikan sendiri, misalnya autorun.inf dapat digunakan untuk
mengubah ikon default UFD, dan desktop.ini dapat digunakan untuk menampilkan wallpaper
pada UFD dan mengubah warna font
3. Ubah atribut kedua berkas tersebut menjadi Read-only. Caranya, klik kanan �� properties, check
Read-Only
4. Untuk mencegah agar file yang kita buat tidak dapat dihapus dan atributnya tidak dapat diganti,
caranya:
a. Kembali ke folder option, pada tab view, uncheck use simple file sharing (recommended)
b. Klik kanan �� properties kedua berkas tersebut, pilih tab security, kemudian klik tombol
advanced
c. Untuk setiap group user yang ada (Administrators, System, Guests, Users, dll), TERKECUALI
USERNAME ANDA SENDIRI, edit permission access-nya, misalnya deny: Take Ownership,
Change Permissions, Delete, Write Attributes, Write Extended Attributes, Create Files, Create
Folders, dan lain-lain sesuai keinginan. Yang pasti permission access yang sudah disebutkan
diatas harus di-deny
5. Karena permission access Anda tidak diubah, maka Anda dapat menghapus dan mengubah
kedua berkas tersebut. Agar tidak terlihat, ubah atribut kedua berkas tersebut menjadi hidden
melalui klik kanan �� properties, atau melalui command prompt dengan perintah:
attrib +s +h F:\autorun.inf
attrib +s +h F:\desktop.ini
Asumsikan F:\ adalah drive untuk UFD
6. Kembalikan setting folder option seperti semula.
Demikianlah tips dan trik kali ini, semoga dengan pemahaman dan penguasaan teknik ini dapat
mengurangi penyebaran dan penginfeksian berbagai jenis virus dan worm di kampus ITB pada
khususnya dan dunia luar pada umumnya. Terima kasih.
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
Pencegahan Eksekusi Virus Worm yang Bersarang pada UFD
Pemahaman Singkat
Virus dan worm menggunakan 2 teknik agar file yang disebarkan (hasil salinan dirinya) pada UFD
tereksekusi ketika UFD itu digunakan pada suatu komputer, baik itu pada komputer yg sudah 'sakit'
maupun yg masih 'segar'. Kedua teknik yang digunakan oleh para vxers(pembuat virus) tersebut adalah:
1. Injeksi file autorun.inf
Dengan membuat atau menginjeksi file autorun.inf dengan kode-kode tertentu, file virus/worm
dapat tereksekusi:
a. Hanya dengan men-colok-kan UFD ke komputer (fungsi autorun removable device tidak didisable)
b. Ikon UFD diklik 2 kali
c. Mengeksekusi faked command pada klik kanan ikon UFD, misalnya : explorer ( dari explore),
property (properties)
2. Injeksi file desktop.ini dan folder.htt
Sama dengan teknik yg pertama, teknik ini dapat membuat virus/worm tereksekusi ketika ikon
UFD ataupun ikon folder-folder dalam UFD diklik 2 kali.
Pencegahan
Untuk mencegah agar file autorun.inf dan desktop.ini tidak dapat dibuat sekaligus di-inject ketika UFD
digunakan pada komputer yang sudah terinfeksi, maka yang perlu dilakukan adalah:
1. Membuat kedua file tersebut dengan definisi kita sendiri
2. Mengubah atribut menjadi read-only, dan
3. Mencegah agar kedua file tersebut tidak dapat di-inject atau dihapus, dan digantikan dengan file
yang dibuat oleh virus/worm
Langkah-langkah
1. Periksa dan hapus file autorun.inf dan desktop.ini jika sudah ada pada UFD. Perlu dicatat bahwa
kedua file ini mungkin tidak terlihat karena di-hidden ataupun dijadikan file system. Untuk itu
ubah dahulu folder option-nya dengan cara:
a. Pilih Tool Folder Options…
b. Pada tab View, pilih show hidden files and folder dan uncheck hide protected operating
system file (recommended)
2. Setelah dihapus, buatlah berkas dengan nama autorun.inf dan desktop.ini di dalam UFD. Isi dari
kedua berkas ini dapat didefinisikan sendiri, misalnya autorun.inf dapat digunakan untuk
mengubah ikon default UFD, dan desktop.ini dapat digunakan untuk menampilkan wallpaper
pada UFD dan mengubah warna font
3. Ubah atribut kedua berkas tersebut menjadi Read-only. Caranya, klik kanan properties, check
Read-Only
4. Untuk mencegah agar file yang kita buat tidak dapat dihapus dan atributnya tidak dapat diganti,
caranya:
a. Kembali ke folder option, pada tab view, uncheck use simple file sharing (recommended)
b. Klik kanan properties kedua berkas tersebut, pilih tab security, kemudian klik tombol
advanced
c. Untuk setiap group user yang ada (Administrators, System, Guests, Users, dll), TERKECUALI
USERNAME ANDA SENDIRI, edit permission access-nya, misalnya deny: Take Ownership,
Change Permissions, Delete, Write Attributes, Write Extended Attributes, Create Files, Create
Folders, dan lain-lain sesuai keinginan. Yang pasti permission access yang sudah disebutkan
diatas harus di-deny
5. Karena permission access Anda tidak diubah, maka Anda dapat menghapus dan mengubah
kedua berkas tersebut. Agar tidak terlihat, ubah atribut kedua berkas tersebut menjadi hidden
melalui klik kanan properties, atau melalui command prompt dengan perintah:
attrib +s +h F:\autorun.inf
attrib +s +h F:\desktop.ini
Asumsikan F:\ adalah drive untuk UFD
6. Kembalikan setting folder option seperti semula.
Demikianlah tips dan trik kali ini, semoga dengan pemahaman dan penguasaan teknik ini dapat
mengurangi penyebaran dan penginfeksian berbagai jenis virus dan worm di kampus ITB pada
khususnya dan dunia luar pada umumnya. Terima kasih.
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
cara mengatsi virus worm 2
Worms mereplikasikan dirinya melalui jaringan, biasanya worm akan aktif secara otomatis tanpa bantuan dari user tapi jenis worm ‘mass mailer’ tidak selalu aktif secara otomatis. Worms sebenarnya tidak memerlukan suatu system/host. Namun pada beberapa worms seperti W32/Nimda.A@mm (@mm = massmailer) bekerja seperti virus kebanyakan, dia akan menyebar menginfeksi file-file dan menginfeksi systemnya. Jadi worm adalah jenis virus yang tujuan utamanya adalah menyerang jaringan.
Cacing-cacing di Internet (Worms) adalah autonomous intrusion agents yang mampu melakukan penggandaan-diri dan menyebar dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan sekuriti (security flaws) pada services yang umum digunakan. Worm bukanlah sebuah fenomena baru, ditemukan pertama kali penyebarannya pada tahun 1988. Worms telah menjadi sebuah ancaman yang mematikan di Internet, walaupun sebagian besar kasus yang terjadi secara spesifik adalah pada sistim berbasis Windows. Beberapa jenis worms terbaru memanfaatkan electronic mail (e-mail) sebagai medium penyebarannya.
Mekanisme Penyebaran
Worm menginfeksi host korban dan memasukkan kode program sebagai bagian dari program worm ke dalamnya. Kode program tersebut dapat berupa machine code, atau routine untuk menjalankan program lain yang sudah ada pada host korban. Dalam proses penyebarannya, worm harus mencari korban baru dan menginfeksi korban dengan salinan dirinya. Proses pendistribusian tersebut dapat berlangsung sebagai proses distribusi satuan (dari satu host ke host yang lain) atau sebagai proses distribusi masal (dari satu host ke banyak host).
Proses distribusi masal dipertimbangkan sebagai metode penyebaran tercepat dengan asumsi batasan yang digunakan adalah satuan waktu. Terdapat beberapa mekanisme penyebaran yang digunakan worm untuk menemukan calon korban yaitu dengan melakukan scanning, mencari korban berdasarkan target list yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh penulis worm atau berdasarkan list yang ditemukan pada sistim korban maupun di metaserver, serta melakukan monitoring secara pasif.
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar
Virus Worm Incar Messenger
| Program instant messenger (IM) yang tengah populer di kalangan pengguna internet tampaknya bakal jadi sasaran empuk virus-virus jenis worm. Setelah lama membidik program email, para pembuat virus worm tampaknya akan mulai membidik layanan IM.Demikian diberitakan Zdnet.com, Rabu (15/8/2001). Akhir Juni 2001 lalu, sebuah virus worm bernama "Choke" melakukan serangan terhadap MSN messenger, jaringan IM milik Microsoft Corp. Sebulan sebelumnya, virus sejenis berkode W32/Hello juga menyerang jaringan yang sama. Kalangan ahli keamanan komputer menilai kewaspadaan terhadap serangan semacam ini masih sangat kurang. Padahal bukannya tidak mungkin serangan virus worm akan menyerang jaringan IM yang lain, semisal AOL Instant Messenger (AIM) dan ICQ milik AOL Time Warner atau Yahoo Messenger milik Yahoo. Kalangan pembuat virus saat ini tengah merancang sebuah virus worm yang dapat menyerang berbagai jenis jaringan IM, termasuk sistem pertukaran file peer-to-peer dan sistem wireless. Namun hingga saat ini memang belum ada jenis yang seeektif virus worm yang menyebar melalui program email semisal virus cinta, Anna Kournikova dan Melissa. Chief Technology Officer (CTO) Privacy Foundation, Richard Smith, menegaskan, email saat ini masih merupakan wahana paling efektif untuk menyebarkan email. Namun kalangan ahli keamanan komputer mengingatkan, serangan masif virus worm melalui jaringan IM hanyalah soal waktu. Saat ini puluhan juta user di internet telah menggunakan IM untuk melakukan komunikasi secara real time. Layanan ini diprediksi akan menjadi program paling populer di internet dalam waktu dekat. |
Diposting oleh
andreaz.worm
di
Rabu, Desember 10, 2008
0
komentar